Translate to Your Language :)

Setiap orang butuh tempat utk berbagi cerita, aku harap kamu bisa mengerti itu.

25 Des 2012

Misteri Gadis Pemeluk Boneka

Resensi oleh : Mistissy

Judul : Aku mati  memeluk boneka
Penulis : Lubis Grafura
Penerbit : Penerbit Narasi
Tahun Terbit : 2008
Tebal : 184 halaman



Nang..ning...nang..gung
Namaku Putri, usiaku 7 tahun.
Tahun 1967 seluruh keluargaku mati dibantai.
Aku mati saat memeluk boneka, temani aku malam ini.
Jika tidak mau, kirim pesan ini ke 7 nomor lain



Memahami tentang dunia lain, memang merupakan suatu hal yang kurang logis. Semua itu tidak dapat dijelaskan dengan rumus manapun.
Banyak misteri dari kejadian dimasa lalu yang tidak sempat terpecahkan hingga akhirnya terkubur oleh zaman. Yang tidak kita ketahui sebenarnya ada disekeliling kita, dan mungkin sedang mengintai kita untuk dapat memecahkan misteri itu.
Buku ini rasanya adalah salah satu referensi yang dapat menambah derajat pemahaman kita mengenai misteri-misteri tersebut.
Ketika sebuah SMS misterius terkirimkan dari nomor ponsel yang tidak dikenal, dan merenggut satu persatu nyawa manusia,  pada akhirnya kekompakkan persahabatanlah yang dapat mengalahkannya.
Semua berawal ketika sekelompok mahasiswa sedang mengadakan pelatihan UKM di Coban Talun. SMS misterius mulai masuk ke satu persatu handphone panitia. Ketika tombol forward tak tertekan, maka mereka akan bermain dengan seorang gadis cilik yang memegang boneka dan pada akhirnya membawa mereka kepada kematian.
Satu persatu dari mahasiswa universitas terkenal di Malang mati secara tragis. Kabar ini tersiar ke media massa yang segera mem-blow-up berita. Wildan, seorang mahasiswa Fakultas Bahasa yang menjadi ketua panitia dan beberapa orang anggota panitia shock  atas kejadian ini. Ada isu yang menyebutkan paristiwa ini disebabkan teror maut yang dilakukan arwah penasaran gadis pembawa boneka.
Novel horror ini memiliki bahasa yang terprogram dengan baik dan dapat membuat tegang orang yang membacanya. Sayangnya cerita yang ditulis oleh Lubis Grafura ini alurnya terlalu berantakan, sehingga membuat orang yang membacanya harus sering mengingat-ingat cerita kejadian yang sudah jauh terlampaui dalam membaca novel ini dan novel ini menurut saya termasuk membodohi generasi muda agar percaya dengan hal-hal mistis yang dikirimkan lewat SMS maupun jejaring sosial dan tidak mengajarkan agar memperkuat iman.

Dengan membaca novel ini, diharapkan pula kita sebagai orang yang hidup dizaman yang telah merdeka ini tidak melupakan peristiwa-peristiwa besar yang pernah melanda negara kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

before you comment, THINK first. Thanks :)

Relate Post

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

your visiter number