Translate to Your Language :)

Setiap orang butuh tempat utk berbagi cerita, aku harap kamu bisa mengerti itu.

27 Jan 2013

Curhat Seekor nyamuk

Sore menjelang malam pada hari ini, duapuluh tujuh januari duaribu tigabelas.

Aku masuk kedalam sebuah toilet di Kenari street.

Mungkin ini adalah terakhir kalinya aku dapat mengingat dan merasakan udara toilet yang lembab.

Dihari ketiga aku menjadi seekor nyamuk secara utuh, setelah sebelumnya menjadi jentik untuk waktu yang lumayan lama.

Aku merasa sangat beruntung dapat dikaruniai hidup, walaupun hanya beberapa hari.

Sampai akhirnya seorang perempuan masuk ke dalam toilet.

Setengah jam aku menunggui ia agar segera keluar dari toilet tempat aku terbang.

Setelah setengah jam berlalu, aku penasaran seperti apa rupanya orang ini.

aku pun melintas didepan wajahnya.

Secara kebetulan ia sedang bernapas melalui mulut karena hidungnya dipenuhi air.

Aku dengan badanku yang kecil ini tersedot nafasnya dan masuk ke dalam mulutnya.

Hingga aku sampai di kerongkongannya.

Aku tidak mau masuk ke dalam lambungnya,,

aku segera mengerahkan kekuatan terakhirku,

daya terakhir yang aku miliki.

Kaki, tangan, sayap ku gerakkan semuanya, agar perempuan ini merasa tergelitik.

Hingga ia terbatuk-batuk.

Ia keluar dari toilet dan meminum segelas air putih.

Aku semakin terperangkap masuk ke dalam esofagusnya. Tapi aku segera mengelak.

Aku tidak mau berakhir dalam tubuh perempuan ini.

Sehingga aku terus meronta-ronta memanggil nama ibuku, walaupun aku sendiri tidak tahu siapa ibuku.

Satu yang aku pikirkan saat itu : aku tidak mau berakhir didalam tubuh perempuan ini.

Aku terus menerus menggerakkan kaki-kaki dan sayapku,

Hingga tibalah ia batuk untuk ke sekian kalinya dan akhirnya aku keluar dari mulutnya.

Aku sudah berupa bubur.

Aku sudah tidak berbentuk lagi.

Semua hidupku didunia sebagai nyamuk telah berakhir.

pendapat perempuan dalam curhatan nyamuk :

    "Tadi pas gue selesai mandi ada nyamuk masuk ke dalem mulut gue.
    Gue segera nyelesain mandi dan keluar dari toilet dengan terburu-buru ngambil segelas air putih.
    Kerasa lega untuk sesaat.
    Pas gue masuk kamar, kayanya nyamuknya masih aja nih nyangkut dikerongkongan gue.
    Gue akhirnya batuk-batuk hebat
    dan ketika batuk untuk kesekian kalinya, nyamuknya keluar.'Udah gak berbentuk nyamuk lagi sih,
    item-item gak jelas gitu udah berbentuk bubur.
    yaudah deh gue buang :D
"             

intisari :
hargailah hidupmu, selalu bersyukurlah akan apapun yang kamu dapatkan sampai saat ini.
Bayangkan bila hidupmu berakhir sama seperti nyamuk dalam cerita ini, begitu tidak berartinya dirimu.
sedangkan binatang sekecil nyamuk dalamcerita ini saja sudah mengerti bagaimana cara menghargai hidupnya, dan pada akhirnya bersyukur atas hidup yang telah diberikan oleh yang maha kuasa.
Walau hanya 3 hari.

just three days it alive, but you ?

         

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

before you comment, THINK first. Thanks :)

Relate Post

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

your visiter number