Translate to Your Language :)

Setiap orang butuh tempat utk berbagi cerita, aku harap kamu bisa mengerti itu.

17 Nov 2012

Prosesi 12 tahunan Kwan Im Hud Chow ke-14

halo halo semua.
sebenarnya saya sudah mau mempublikasikan entri ini sejak lama.
tapi karena ada banyaaaaakkk sekali halangan, jadi sampai2 saya belum juga mempublikasikan entri yang satu ini. karena kemarin setelah acara yang digelar pada hari Sabtu, 06 Oktober 2012 saya mengikuti UTS dan tidak diperkenankan oleh ibu saya untuk meyentuh laptop. *huhuuu :(

kelihatannya sudah basi sich, sudah sebulan berlalu. Tapi berani coba2 nge-close window blog saya ini, awas aja loe *hihiihi galak amat ya ><
oke daripada kita kebanyakkan basa basi, nanti malah nutup windownya beneran lagi, hmm yasudah mari kita mulai dari first picture.


Pembawaan Bendera Merah Putih

Gambar ini adalah ketika bendera merah putih dibawa berarak.Oleh persekolahan Setia Bakti.
Sebenarnya ini bukanlah pembukaan, Yang pembukaan itu adalah pembawaan spanduk Boen Tek Bio kalau saya tidak salah. Tetapi ketika pembawaan spanduk berlangsung, suasana masih riuh dan foto yang saya ambil malah menjadi jelek.
Selanjutnya, dilanjutkan dengan pembawaan panji2 Boen Tek Bio oleh Vihara Padumuttara.

Marching Band
.












Kemudian sesi yang ke-4 adalah marching band, gabungan dari persekolahan Setia Bakti, Buddhi, dan Strada

Pakaian daerah dari 33 provinsi yang ada di Indonesia

sesi ke-5 adalah peragaan pakaian2 daerah dari 33 provinsi di Indonesia. Masing2 di peragakan oleh laki2 dan perempuan. Semua mengenakan pakaian adat yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Permainan Rebana
sesi ke-6 dilanjutkan dengan permainan rebana. Disini semua pria memakai baju hitam2, entah apa maksunya, tetapi permainan rebana mereka patut juga di acungi jempol (y)

sesi ke-7 adalah pementasan tari kipas, tapi lagi2 karena kondisi yang kurang mendukung, gambar tak berhasil saya ambil.


Barong
hayo siapa yang tidak tahu barong?? 
Barong itu kan seringnya nongol di Bali.
ya, memang barong biasanya ada di Bali, tapi pada kesempatan ini, barong sengaja mampir ke Tangerang buat main. lho? hahhaa i'm kidding.
sesi ke-8 diisi dengan barong dari Bali yang tampil beserta payung kuning khas Balinya.
dia berjalan dengan lenggak lenggok kemayunya. eh salah! maksud saya ia berjalan dengan kegagahannya sembari sesekali memainkan jarinya yang lentik.


Plang Nama dibawakan oleh para panitia sesi prosesi


masuk ke sesi 9. Disini para rombongan panitia seksi prosesi keluar berjalan membawa plang nama beserta tiang2nya dengan memakai baju putih merah dan kain warna biru yang diikat dikepalanya.


Liongsay
sesi ke-10 diisi dengan perarakkan beberapa liongsay. Liongsay2 ini adalah liongsay pembuka. Liongsay ini berbentuk naga panjang yang disanggah dengan tiang, sekilas sama tapi beda ya sama barongsay. Liongsay ini cara memainkannya adalah dengan beberapa orang memegangi tiang penyangga dibagian bawah tubuhnya.


Salah satu dari 3 jolli yang di arak
sesungguhnya disini ada 3 jolli yang diarak. Tetapi saya hanya mendapatkan gambarnya satu. 

Jolli pertama dari Atthadasi yang merupakan jolli YMS. Kha Lam ya.
Jolli kedua dari Vihara Boen San Bio yang membawa Jolli YMS. Kwan Se Te Kun.
dan jolli terakhir dari Vihara Boen Tek Bio yang membawa jolli utama, yaitu jolli YMS. Kwan Im Hud Couw.

Barisan Berkuda
Ditengah-tengah perarakan jolli, ada Barisan berkuda yang masuk kedalam sesi ke-13. Disini orang-orang pada ketakutan karena kata panitia, kudanya habis mengamuk dibelakang..hiihh serem deeh..
Untungnya ketika para kuda-kuda ini menampakkan kemachoannya, mereka tidak mengamuk. Rupanya itu merupakan suatu pengecohan, karena sehabis barisan berkuda itu, perarakan jolli dilanjutkan. Saya yang tidak tahu bahwa sehabis barisan kuda ada perarakan jolli lagi, maka saya tidak mendapatkan gambarnya.


Liongsay



sesi berikutnya dilanjutkan dengan diaraknya Liongsay. Liongsay ini merupakan liongsay penutup jalan. yang di bawakan oleh kumpulan anggota Boen Tek Bio.

Sesi ke-17 adalah Pat Im.
Sesi ke-18 adalah diaraknya replika perahu pecun. Sayangnya ketika saya mengupload gambar replika perahu pecun, laptonya error, jadi gak keupload deh :D maap yach.. Udahlah maapin aja, nih aku hibur dengan permainan angklung dech :P

Permainan Angklung
sesi ke-19 adalah permainan angklung. Angklung Gubrak namanya. Dinamakan angklung gubrak mungkin karena cara dimainkannya dengan digubrak kali ya..hahhaa i don't know lah..

sesi ke-20 adalah permainan tanjidor.
Reog Ponorogo
Sesi ke-21 adalah engg ing eeenggg.. Permainan Reog Ponorogo akan segera dimulai. cckckc
"kok si Reog bisa ada di Tangerang sih?"
"ia, dia lagi main ke Tangerang, barengan sama Barong."
ahahhahaa

Kilinsay
Sesi berikutnya adalah perarakkan beberapa Kilinsay yang munculnya berganti2an dengan barongsay dan liongsay.


Barongsay


Liongsay
Dan yang terakhir adalah dengan diaraknya Liongsay.

Perarakan ini diadakan 12 tahun sekali. dan tercatat sudah 14 kali dilaksanakan. Ya kalau kita mau hitung-hitungan sih perayaan pertama jatuhnya pada tahun 1856.
Perarakan ini dimulai ketika Kelenteng Boen Tek Bio yang berada di Pasar Lama sedang di renovasi, dan semua kimsin-kimsin dipindahkan ke Klenteng Boen San Bio yang terletak tidak jauh dari Boen Tek Bio yang berada di Pasar Baru.
ketika renovasi telah selesai, maka kimsin yang sementara waktu dipindahkan ke Boen San Bio kembali dipindahkan ke Boen Tek Bio. Nah! dari sini nich perarakan pertama dimulai, karena perpindahan kimsin diiringi oleh masyarakat,
Untuk memperingati perpindahan tersebut, maka perayaan ini dilaksanakan setiap 12 tahun sekali. Yang jatuh pada tahun naga.
Perayaan ini dipercaya memiliki tujuan untuk menolak bala dan mebersihkan hawa jahat.
Perayaan ini disebutkan juga bukan hanya sekedar tradisi saja, tetapi merupakan puncak penghargaan, penghormatan, dan rasa terima kasih dari umat kelenteng Boen Tek Bio kepada YMS. Kwan Im Hud Chouw. (*dalam film sun go kong namanya adalah Dewi Kwan Im)

Rute perayaan, awalnya adalah melalui jalan cilangkap-jalan cirarab-jalan Kisamaun-jalan A Damyati-pasar Anyar-jalan Ki Asnawi-jalan KebonJahe-jalan Daan Mogot-menyebrangi jembatan Sungai Cisadane ke Jalan Serang-Jalan Pasar Baru, kemudian istirahat di Vihara Nimmala (*baca: Boen San Bio).
Dan ketika kembali Ke klenteng Boen Tek Bio adalah melalui : jalan Pasar Baru-Jalan serang-jalan Kisamaun-Jalan CIlame-Jalan Bakti.
Tetapi 12 tahun kemkudian, pada tahun 1976, karena tidak mendapatkan ijin untuk sampai ke Boen San Bio, maka rute dipersingkat melalui jalan Cilangkap-jalan Cirarab-jalan Kisamaun-bundaran dekat pendopo-jalan Cilame-Jalan Bhakti, dan akhirnya selesai.


Maaf bila ada kesalahan penulisan/salah kata-kata, saya juga manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan. hikss, bila ada kritik dan saran, silahkan coment. thanks

*Gambar : dari Camera sendiri
*keterangan : acuan dari buku Kenangan yang dibagikan secara gratis oleh pihak Boen Tek Bio

See you in next post! and see you 12 years later yaaa ;D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

before you comment, THINK first. Thanks :)

Relate Post

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

your visiter number