Translate to Your Language :)

Setiap orang butuh tempat utk berbagi cerita, aku harap kamu bisa mengerti itu.

9 Jul 2013

Lembah Harau

Tak sulit untukku, untuk mengingat-ingat kembali bagaimana bentuk dan wujud dari Lembah Harau.
telah lama memang waktu berselang setelah kami sekeluarga pulang dari Padang.

Hari ini, saya teringat kembali akan seluk beluk jalan di Lembah Harau yang merupakan ngarai dan tidak lupa dengan air terjunnya yang menghiasi beberapa sisi.

Cukup dingin udara saat itu di Payakumbuh.
Lembah Harau yang aku datangi dari Bukittinggi ini memakan waktu satu jam untuk sampai ke Payakumbuh. Kami sekeluarga waktu itu menumpang minibus, Harau yg berada di kabupaten limapuluh koto itu, ternyata meluas ke berbagai sisi dan meliputi beberapa wilayah di Sumatra Barat.

Topografi Cagar Alam Harau adalah berbukit-bukit dan bergelombang. Tinggi dari permukaan laut adalah 500 sampai 850 meter.
Berbagai jenis tanaman dan binatang ada di sini. Monyet ekor, siamang, simpai, beruang, tapir, kambing hutan, landak, dll.
Sempat saya membeli tanaman kantung semar dan pakis monyet didaerah dekat air terjun. Tapi beberapa minggu kemudian tanaman2 itu meninggal karena perbedaan suhu di Tangerang dan Padang.

Kami berjalan untuk mengunjungi beberapa air terjun sembari menikmati suguhan ngarai di bagian kiri serta sawah yang membentang luas, sementara dibagian kanan ada hutan yang sepanjang perjalanan mengeluarkan suara jangkrik secara terus menerus. Sementara kami, berjalan di tengah, dengan jalanan yang telah beraspal. Sesekali terlihat rumah penduduk yg berwujud rumah gadang (rumah khas Padang) dan beberapa penduduk sekitar yg sedang bersantai didepan rumahnya.
Tempat ini juga dijadikan cagar alam dan suaka margasatwa. Maka, hal yang kami takuti saat berjalan dengan diapit bukit yang menjulang tinggi dan hamparan sawah ini adalah harimau sumatra atau panthera tigris.

Siapa sangka di Indonesia ada bukit-bukit yang sepertinya hmmm, menyaingi gren canyon :D dengan keasrian yang masih murni dan para petani yang sedang mengurusi sawah masing-masing yang menghampar bagaikan karpet hijau kekuningan. (Siapa bilang sawah selalu hijau?)
Sayangnya, keaslian didaerah ini dibarengi pula dengan ketidakpedulian pejabat pemerintah Sumatra Barat. Seharusnya, tempat ini bisa menjadi salah satu objek wisata yang besar. Salah satu objek wisata yg dapat menghasilkan devisa yg banyak bagi negara. Tapi semua masih hanya rencana dan wacana saja. That's Indonesia :)


prasasti peninggalan belanda

salah satu air terjun


pakis monyet

kantung semar (ternyata dilindungi loooo. tapi ini kok dijual bebas ya...)

kebonya nengok juga ke kamera :P





masuk sedikit ke hutan :D


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

before you comment, THINK first. Thanks :)

Relate Post

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

your visiter number