Translate to Your Language :)

Setiap orang butuh tempat utk berbagi cerita, aku harap kamu bisa mengerti itu.

3 Mar 2013

Resensi Film Belenggu


Sutradara :Upi Avianto
Produser : Hb Naveen, Frederica
Pemeran :
Abimana Aryasatya
Laudya Cynthia Bella
Imelda Therinne
Verdi Solaiman
Bella Esperance
Produksi : FALCON PICTURES
Tanggal rilis : 28 Februari 2013
Durasi : 100 menit







Film Belenggu yang di produksi oleh FALCON PICTURES serta di sutradarai oleh Upi ini tayang perdana dibioskop pada tanggal 28 Febuari 2013 kemarin.

"Dapatkah kamu mebedakan antara khayalan, mimpi, dan kenyataan?"

Berawal dari sebuah desa kecil yang di hantui oleh pembunuhan seseorang yang memakai kostum kelinci dan membuat semua wanita takut untuk keluar larut malam.
Keadaan masih sangat mengerikan ketika pembunuh masih belum tertangkap dan masih berkeliaran dengan bebas. Terlebih lagi semua penduduk yang mencurigai satu sama lain sebagai pembunuh yang keji itu.

Film yang mengisahkan tentang seorang pemuda yang bernama Elang (Abimana Aryasatya) tinggal disebuah apartmen yang menyeramkan, memiliki tetangga yang merupakan sebuah keluarga yang terdiri atas ayah (Verdi Soleman), ibu (Laudya Cynthia Bella), dan seorang anak perempuan bernama Senja.
Elang sering bermain dengan Senja dan merasa dekat sekali dengan Senja. Senja merupakan salah satu alasan Elang untuk selalu pulang kembali ke apartmennya.

Setiap kali terlelap tidur, Elang selalu dihantui mimpi buruk yang membuatnya sulit untuk membedakan saat-saat dimana ia sedang bermimpi atau tidak.
Ia bermimpi bahwa ada seseorang yang memakai kostum kelinci membunuh tetangganya (Djenar dan Jingga), juga orang-orang disekitarnya. Elang selalu mencoba memperingatkan Djenar agar berhati-hati terhadap suami Djenar, ia beranggapan bahwa kelinci sadis itu adalah suami Djenar, tetapi ia tidak dapat menemukan alasan yang tepat ketika Djenar bertanya "mengapa?".

Elang bekerja disebuah klub malam sebagai pelayan/bartender.
Suatu malam, ia melihat sepasang kekasih yang sedang bertengkar didalam klub tempat ia bekerja. seorang pria dan seorang Wanita *maaf* pelacur yang bernama Jingga (Imelda Therine).
Jingga (Imelda Therine)
Jingga (Imelda Therine)
Jingga (Imelda Therine)
Jingga (Imelda Therine)
Ia merasa sering sekali melihat wanita itu, tetapi ia sendiri tidak tahu mereka pernah bertemu dimana, kapan, dan bagaimana mereka bertemu, ia merasa sangat dekat dengannya, mengenalnya, dan 'mencintainya'.
Ia memukul keras-keras kepala laki-laki yang sedang bertengkar dengan seorang wanita *maaf* pelacur itu dengan botol sampai laki-laki itu jatuh.

Tak disangka, seorang Jingga membuat kehidupan Elang menjadi lebih jatuh terpelungkup sampai rata dengan tanah, daripada sebelumnya. Ia meminta Elang untuk membalaskan dendamnya dan membunuh orang-orang yang telah memperkosanya, menghancurkan hidupnya.
Belum lagi, seorang saksi, ibu tua yang setengah gila karena ditinggal mati oleh anaknya, Laras yang menganggap Jingga adalah anaknya dan bersedia diperalat Jingga untuk membalaskan dendamnya.

Ditengah-tengah kebingungannya, selalu hadir seorang nenek gila (Bella Esperance)
(Bella Esperance)
(Bella Esperance)
yang selalu hadir memperingatkannya dengan rambut yang berantakan dan tidak terawat dan datang secara tiba-tiba.

Benarkah ada sebuah bahaya yang mengancam keselamatan Djenar dan Senja? Siapa sebenarnya orang dibalik kostum kelinci itu? dan mampukah Elang menghadapi kenyataan yang terjadi seperti mimpi paling buruk dalam hidupnya?

**

FIlm yang dibintang oleh seorang aktris cantik, Laudya Cynthia Bella ini merupakan sebuah film yang bagus, karena telah dikemas dengan apik, membuat kita tercengang dan membuat orang yang menontonnya bingung menerka-nerka siapakah pembunuhnya? apa maksudnya? bagaimana kelanjutannya? .
Bila tidak berkonsentrasi penuh terhadap alur cerita, maka orang yang menonton sama saja membuang-buang uangnya.

Adegan bunuh-membunuhnya pun terlihat kesadisannya, bukan dari terlihatnya perut yang dikampak, tetapi dari ekspresi dan mimik wajah pemainnya, serta dari darah yang bermuncratan ketika si 'pembunuh' mengacungkan kampaknya ke arah korban. Keseluruhan dari cerita dapat membuat penonton menjadi bingung, takut, dan bertanya-tanya dalam hati.

Untuk kekurangannya, film ini tidak banyak berkekurangan, tetapi hanya saja alur cerita yang maju mundur dan dibolak-balikan malah membuat penonton menjadi bingung sendiri dan menjadi tidak mengerti maksud dari jalan ceritanya. Tetapi untunglah saya mengerti jalan ceritanya, itu juga sudah di akhir-akhir mengertinya.

Mimik wajah dari tokoh Elang pun sangat menunjukkan kebingungan dan kehampaan, entah memang wajahnya begitu atau hanya akting.
Judul dari filmnya pun sangat cocok dengan keadaan filmnya. Karena menunjukkan seseorang yang sedang terbelenggu dengan mimpi-mimpinya yang ternyata adalah kenyataan yang sangat mengerikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

before you comment, THINK first. Thanks :)

Relate Post

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

your visiter number